Lebanon Menangis

Monday, August 07, 2006

Pasukan Jihad Indonesia di Media Jerman

Ada hal yang menarik ketika menyimak berita di media Jerman Sabtu kemarin (5/8). Pasalnya sebagian besar menyiarkan berita perihal bakal berangkatnya ratusan relawan jihad dari Gerakan Pemuda Islam (GPI) ke medan tempur Libanon. Media cetak terkemuka seumpama der Spiegel, Netzeitung, Hamburger Abendblatt, ataupun media elektronik seperti stasiun televisi berita N24 dan N-TV menempatkannya sebagai salah satu pokok berita. Khususnya N-TV, boleh dikatakan setiap hari indeks beritanya praktis hanya berisi tentang konflik Libanon.

Diantara sekian banyak media massa itu, mungkin cuma der Spiegel yang menyebut relawan tersebut sebagai kelompok radikal Indonesia. Media lainnya memandang hal tersebut sebagai bentuk simpati sesama muslim. Mereka mengaitkannya pula dengan pernyataan salah satu petinggi GPI, Suaib Didu yang menyatakan tujuan ke Libanon sebagai upaya menjaga muslim dari serangan Israel. Dan menyebut Indonesia sebagai penganut Islam terbesar di dunia.
S
ebagaimana dilansir detikcom, ratusan orang melamar untuk menjadi sukarelawan jihad ke Libanon. Misalnya GPI yang telah menyiapkan 160 orang untuk bergerak ke kawasan bergolak Timur Tengah itu. Atau Komite Penegakan Syariat Islam di Sumbar yang juga membuka pendaftaran jihad. MUI sendiri mengaku tidak bisa melarang solidaritas pemuda yang siap jihad untuk kawasan Timteng (utamanya Palestina dan Libanon) tersebut. Di samping menyebutkan solidaritas lain dalam bentuk bantuan material atau obat-obatan.

Sementara itu ZMD –MUI-nya Jerman- telah menyerukan agar mesjid-mesjid seluruh Jerman menyelenggarakan shalat ghaib untuk korban di Libanon serta memanjatkan doa supaya konflik yang telah merenggut ribuan jiwa tersebut cepat berakhir.

Israel memang keras kepala, cara diplomasi tampaknya juga tak bisa menghentikan kebrutalan “anak angkat” AS ini. Sehingga tentara Libanon yang sebelumnya hanya berdiam diri kini pun turun ke medan tempur. Laporan terkini Netzeitung (5/8) menyebutkan bahwa di wilayah Tyrus tentara Libanon hari Sabtu pagi untuk pertama kalinya terlibat dalam pertempuran mempertahankan kawasannya dari serbuan Israel. Militer Libanon mulai menempatkan pertahanan udaranya selepas helikopter tempur Israel melepaskan beberapa roketnya ke arah kota pelabuhan itu.

Zulkarnain Jalil, Jerman, Serambinews (8/8)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home