Unjuk Rasa Anti Israel di Berlin
"Tod Israel ! “, Matilah Israel !, demikian bunyi salah satu spanduk yang dibawa oleh para pengunjuk rasa di Berlin. Jumat kemarin (21/7) umat Islam di ibukota Jerman, Berlin menggelar aksi unjuk rasa menentang agresi Israel di Libanon. Ribuan umat Islam berbagai usia saat itu tumpah ke jalan raya.
Diperkirakan sekitar 2700 orang ikut dalam unjuk rasa anti militerisme Israel di Libanon itu. Aksi tersebut berlangsung secara tertib dan damai, kendatipun begitu polisi turut dikerahkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa peserta demonstrasi menunjukkan berbagai macam kekecewaannya melalui spanduk yang mereka bawa.
Aksi anti Israel tersebut berawal dari kawasan Adenauerplatz di Charlottenburg hingga Savignyplatz. Para pengunjuk rasa juga membawa bendera Palestina dan Libanon. Dari berbagai macam spanduk yang dibawa, diantaranya tertulis: “Hentikan perang, Israel !“, “Israel, Pembunuh Anak-anak !“. Ada pula yang bernada dukungan solidaritas kepada pimpinan pejuang Hizbullah Hassan Nasrullah, “Kami bersama kamu“.
Teriakan-teriakan anti Israel menggema dari bibir-bibir pengunjuk rasa tersebut. Misalnya, “Hentikan segera pembunuhan massal !“, “Uni Eropa, Jerman jangan diam saja!“, dll.
Heike Hänsel, anggota parlemen Jerman dari partai kiri PDS menegaskan dukungan atas aksi unjuk rasa itu. Wanita ini menuduh Israel telah menyebabkan kehancuran dan meminta pemerintah Jerman agar mendesak segera gencatan senjata tanpa syarat.
Sebagian besar peserta unjuk rasa datang atas dasar solidaritas kemanusiaan. Mereka terdiri dari berbagai organisasi seperti organisasi perdamaian se-Jerman, WASG Berlin-Neuköln, Organisasi Masyarakat Arab-Jerman, dan Forum Arab-Berlin.
Sebelumnya, hari Senin (17/7) juga berlangsung demo yang dipusatkan di kawasan bersejarah Brandenburger Tor, Berlin. Sekitar 1500 umat Islam hadir dalam aksi yang berlangsung simpatik tersebut.
Para peserta unjuk rasa memperoleh pengumuman aksi ini melalui selebaran, e-mail, ada juga melalui rekan dan sejawat terdekat. “Sebenarnya kami ingin melakukan aksi di depan Bundeskanzleramt (Pendopo Kanselir), namun mendapat larangan“, tukas Silke Lode, dari organisasi perdamaian Jerman, Mahnwache. Rekannya, seorang warga Jerman yang bekerja di Beirut melaporkan secara rutin tentang keadaan terkini di Libanon.
“Dia melihat sendiri bom di dekat balkon tempatnya bekerja“, imbuh Lode.
Menarik dicermati, banyak dari pengunjuk rasa punya teman atau kerabat di Libanon. Rosie Ziesmer misalnya, yang menikah dengan seorang pria Libanon. Anak perempuannya ikut si ayah liburan ke Libanon. Ziesmer mendapatkan informasi aksi ini melalui forum Arab via internet. Ia terlihat sangat bersemangat mengibar-ngibarkan bendera Libanon yang ada di tangannya. “Inilah yang bisa saya lakukan“, ujar Ziesmer. Hentikan perang itu Israel !
(Zulkarnain Jalil dari Jerman untuk Serambinews, 24/7).


0 Comments:
Post a Comment
<< Home