Anak-anak tak berdosa itu...
"Es ist ein Massaker !" (Ini pembantaian !), tulis N-TV sebuah stasiun televisi berita Jerman di situsnya menyikapi puluhan korban akibat serangan udara Israel ke kota kecil Kana, selatan Libanon hari Minggu kemarin (30/7). Seorang pekerja sosial dari palang merah terlihat menangis sembari membopong mayat seorang anak dengan latar belakang bangunan yang rusak total. Menurut keterangan polisi dan saksi mata, korban mencapai 60 orang, diantaranya 27 orang anak-anak. Para korban itu ditemukan di ruang persembunyian bawah tanah.
Zarawa, pengisi tetap rubrik opini harian Jerman yang terbit di Duesseldorf, Rheinische Post, mengaku miris dengan banyaknya korban di kalangan anak-anak. Wanita Arab yang tetap setia dengan jilbabnya ini dan banyak menulis opini tentang Islam dari sisi sebenarnya, dalam kolomnya menulis: “Saya sungguh terkejut ketika melihat sebuah foto di Spiegel Online, dimana anak-anak Israel sedang menulis “ucapan selamat“ kepada anak-anak Lebanon pada sebuah bom. Dan gambar penerima “ucapan selamat“ itu –anak Lebanon- saya lihat hari ini di televisi dan pers Arab. Sesuatu yang tidak pernah dimuat di sebagian media Barat lainnya. Gambar bisa bercerita lebih banyak daripada kata-kata“.
Siangnya seorang turis perempuan Jerman yang berhasil keluar dari Lebanon, tempat ia dan suaminya pernah tinggal, terlihat menangis di depan kamera stasiun televisi swasta ZDF. Di sela-sela tangisan, tampaknya ia ingin mengucapkan sepatah kata walau sangat sulit. Dia menyatakan kekecewaannya dengan pemberitaan sepihak sejumlah media barat. Kemudian dia menangisi nasib orang-orang, khususnya anak-anak yang masih tinggal di selatan Lebanon yang dibombardir. Setelah itu dia tidak bisa mengeluarkan suaranya lagi.
Myrna Bustani, yang tahun 1963 menjadi wanita pertama yang duduk di parlemen Lebanon, dalam satu wawancaranya dengan harian Jerman Sueddeutsche berujar: “Israel benar-benar sudah jadi gila. Mereka menghancurkan negeri berpenduduk tiga juta dengan alasan mencari dua tentaranya yang ditawan.“
Sementara itu pemerintah Perancis spontan mengkritik tajam serangan Israel ke Kana tersebut. “Perancis mengutuk aksi tak beradab ini. Harus segera diberlakukan genjatan senjata“, demikian bunyi pernyataan Presiden Jacques Chirac.
Tak kurang Jack Straw, mantan menlu Inggris “berang“ dengan aksi Israel ini. “Kalau Anda mau cari Hizbullah, jangan hancurkan seluruh negara Lebanon“, ujar Jack Straw yang juga mendesak agar gencatan senjata segera diberlakukan. Sebelumnya di berbagai kota di Eropa seperti Jerman, Perancis, Swiss, dan Inggris ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa menentang agresi Israel di Libanon.
Demikian gambaran kepedihan di hari Minggu kemarin. Mari lakukan sesuatu, sepotong do’a sekalipun, dalam setiap kesempatan.
(Zulkarnain Jalil dari Jerman untuk Serambinews, 31/7).

